Minggu, 22 Januari 2012

blog ini dibuat sebagai sarana untuk menyimpan tugas mata kuliah ISBD dengan dosen pengampu : Drs. Ana Maulana M.Pd

KLASIFIKASI MASALAH SOSIAL

KLASIFIKASI MASALAH SOSIAL KLASIFIKASI MASALAH SOSIAL

A. Klasifikasi atas dasar dikotomi
  1. Masalah Sosial Patologis dan non Patologis
  2. Masalah Sosial Klasik-Konvensional dan Modern-Kontemporer
  3. Masalah Sosial Manifes dan Laten
  4. Masalah Sosial Strategis dan non Strategis/Biasa
B. Klasifikasi atas dasar Warisan (heritages)
  1. Warisan Sosial
  2. Warisan Biologis
  3. Warisan Fisik
  4. Warisan Kebijakan Sosial

A1.  Masalah Sosial Patologis dan Non Patologis
  • Masalah Sosial Patologis: Penyakit Sosial, sulit untuk dipecahkan, berhubungan dengan kehidupan masyarakat itu sendiri.
Misal: Pelacuran, kejahatan, perjudian dsb.
  • Masalah Sosial non Patologis: mengacu pada masalah sosial yang bukan bersifat penyakit, sehingga relatif lebih mudah mengatasinya.
Contoh: tawuran antar kelompok, kenakalan remaja dsb.
Masalah Sosial jenis ini bila tidak segera ditangani dapat berubah menjadi masalah sosial patologis.
A.2.Masalah Sosial Klasik-Konvensional dan Kontemporer- Modern
  • Masalah Sosial Klasik-Konvensional: menunjuk pada masalah sosial yang terjadi pada masa dahulu atau pada masyarakat yang dahulu atau masyarakat sederhana atau sering disebut masyarakat pertanian. Masalah-masalah tersebut hingga kini masih tetap ada.
Contoh: masalah kemiskinan, pengangguran, kejahatan, pelacuran dsb.
  • Masalah Sosial Kontemporer-Modern: menunjuk pada masalah sosial yang baru muncul pada masa sekarang atau pada masyarakat industri. Contohnya: yang berkaitan dengan NAPZA (korban pengguna, pengedar dsb), HIV/AIDS, Trafficking, anak jalanan, buruh migrant, KDRT dsb.
A.3. Masalah Sosial Manifest dan latent
  • Masalah Sosial Manifest: merupakan produk dari ketimpangan-ketimpangnan sosial yang terjadi di masyarakat. Ketimpangan mana terjadi akibat dari ketidak sesuaian antara nilai dan norma yang ada, sehingga anggota masyarakat melakukan penyimpangan perilaku (deviant behavior).
Masyarakat umumnya tidak menyukai perilaku tersebut dan berusaha untuk mengatasinya.
  • Masalah sosial latent: merupakan masalah sosial yang ada tapi tidak disadari oleh masyarakat atau masyarakat tidak berdaya untuk mengatasinya, atau juga berkaitan dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh suatu masyarakat.
Contoh: masalah konflik latent yang berlatar belakang SARA, keterbelakangan masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan.
A.4. Masalah Sosial Strategis dan Biasa
  • Masalah Sosial Strategis merupakan masalah sosial yang dianggap sentral dan dapat mengakibatkan masalah-masalah sosial lainnya.
Contoh : masalah kemiskinan yang dapat menyebabkan timbulnya masalah kejahatan, keterlantaran, pelacuran, penganiayaan, penjualan anak dan perempuan dsb.
  • Masalah Sosial biasa, mengacu pada masalah yang terjadi dalam lingkup relatif kecil dan dianggap tidak akan menimbulkan dampak besar.
Contoh : pertengkaran antar tetangga, perkelahian antar kelompok kecil, perceraian.
B.1. Masalah Sosial sebagai warisan Fisik.
  • Terjadi karena adanya keterbatasan atau pengurangan  sumber daya alam yang menimbulkan masalah bagi masyarakat sekitarnya.
Contoh: kemiskinan di daerah tandus, penyakit-penyakit karena adanya polusi tanah, air, udara.
B.2. Masalah Sosial sebagai warisan Biologis.
  • Berkaitan dengan masalah kependudukan.
Misal : masalah migrasi, berkurang atau bertambahnya penduduk, terbatasnya kelahiran, kecacatan baik karena bawaan atau bukan.
B.3. Masalah sosial sebagai warisan Sosial.
  • Meliputi berbagai masalah yang berkaitan dengan interaksi sosial di masyarakat.
Contoh : masalah depresi, hubungan kelompok mayoritas dan minoritas, pendidikan, politik, pelaksanaan hukum, agama, pengisian waktu luang, kesehatan dsb.
B.4. Masalah Sosial akibat Kebijakan Sosial.
  • Masalah – masalah sosial yang timbul akibat kurang tepatnya suatu penerapan kebijakan di masyarakat.
Contoh : ketimpangan sosial ekonomi antar daerah, pencemaran industri, bencana alam (karena kebijakan HPH), masalah TKI, masalah anak yang disalah gunakan (dijual atau dilacurkan), disintegrasi bangsa dsb.

Masalah Sosial ditinjau dari pandangan beberapa Ideologi Politik
1. Radikal
●       Masalah sosial merupakan hal yang tidak dapat dihindari dan muncul dalam bentuk klasik:  Persoalan jenis kelamin, system rasis yang menimbulkan masalah ketidak seimbangan dan ketidak adilan.
●       Masyarakat dianggap sebagai korban dan diperlakukan sebagai objek kekuasaan, karenanya mereka harus berjuang untuk mengakses sistem sumber.
●       Menurut ideologi ini pemecahan masalah sosial dengan merubah secara total struktur sosial, politik dan ekonomi.
●       Pendekatan Pekerjaan Sosial dalam mengatasi hal ini antara lain dengan mengadakan perubahan terhadap lingkungan masyarakat, membentuk kelompok advokasi, dan aksi sosial politik.
2. Liberal
●       Negara merupakan pencerminan harapan-harapan individu yang diwakili oleh kelompok.
●       Individu dan kelompok dianggap sebagai warga negara yang sehat, tapi juga mudah terpecah.
●       Pendekatan pekerjaan sosial termasuk didalamnya pencegahan, pendidikan dan meningkatkan kesempatan bagi struktur masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
●       Tiga aktivitas pemerintah yang dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat: a) menciptakan distribusi pendapatan, b) stabilisasi mekanisme  pasar, c) menyediakan barang-barang tertentu yang tidak dapat disediakan pasar.
3. konservatif
●       Sistem politiknya pada dasarnya berfungsi dan karenanya dapat berjalan sendiri.
●       Masalah sosial dilihat sebagai kegagalan individu bukan pada sistemnya.
●       Pembatasan  peran pemerintah pada pemecahan masalah yang berfokus pada perubahan individu atau kelompok yang dianggap mengalami penyakit, kegagalan , penyimpangan dsb
●       Pendekatan pekerjaan sosial yang banyak digunakan adalah pendekatan langsung atau klinis.
Perspektif Philosophi terhadap Masalah Sosial
  1. Pathologi Sosial
  2. Disorganisasi Sosial
  3. Konflik Nilai
  4. Perilaku Menyimpang
  5. Labeling
  6. Perspektif kritik
1. Patologi Sosial:
●       Mengambil model tentang penyakit.
Masalah muncul ketika individu tidak dapat beradaptasi terhadap lingkungannya.
Masalah juga dibatasi dengan pendekatan moral, dan dilihat sebagai penyimpangan moral.
●       Intervensi Pekerjaan Sosial : Pembangunan Permukiman, pendidikan moral
2.      Disorganisasi Sosial:
●       Problem muncul dari adanya ketidak cocokan antara budaya lama dan lingkungan yang baru. Fenomena perpindahan penduduk dari desa ke
kota, kekacauan petani di kota adalah beberapa contoh yang ada diantaranya.
●  Intervensi Pekerjaan Sosial: Perencanaan Sosial, Agen perubahan, analisis sistem, perencanaan terpusat.
3.        Konflik Nilai
●       Pertentangan nilai menimbulkan konflik. Nilai-nilai yang penuh persaingan menciptakan lingkungan yang saling terpecah/terpisah-pisah.
Ada kelompok yang dominan dan ada kelompok yang predominan yang merasa tertekan dan menjadi korban.
●       Intervensi Pekerjaan Sosial: bentuk-bentuk konfrontasi dan penampilan prima, aksi sosial,reformasi sosial,gerakan sosial.
4.      Penyimpangan Perilaku
●       Turunan dari ideologi radikal dan liberal.
Orang-orang yang tidak dapat mengidentifikasikan dirinya pada kelompok yang lebih besar dan membuat identitas sendiri. Suatu sub budaya atau budaya tandingan diciptakan, biasanya dengan kelompok perilaku menyimpang lain yang berbagi ide untuk menunjukkan identitasnya.
●       Intervensi Pekerjaan Sosial: berbagai macam bentuk pendekatan rehabilitasi sosial,seperti terapi individual atau kelompok, konseling, pendekatan individu.
6.  Labeling
●       Perluasan dari perilaku menyimpang. Masalah muncul ketika orang diberi cap tertentu.hal tersebut memunculkan suatu kenyataan dan identitas bagi yang diberi cap tersebut untuk membuat suatu panduan perilaku baru.
●       Intervensi Pekerjaan Sosial: Dukungan dan pemulihan sosial, pemberdayaan sosial.
6.     Pendekatan kritis
●       Perluasan dari perspektif konflik nilai. Konflik klas dari Karl Marx seperti konflik gender, orientasi seksual, ras dan kesukuan.
●       Intervensi Pekerjaan Sosial: sistem kesejahteraan sosial merupakan budak dari sistem ekonomi  kapitalis yang mengatur orang miskin.

blog ini dibuat sebagai sarana untuk menyimpan tugas mata kuliah ISBD dengan dosen pengampu : Drs. Ana Maulana M.Pd

Efek Samping Jatuh Cinta

Category : Love
Berikut 6 manfaat cinta . Efek samping usai membaca artikel ini ditanggung sendiri ya!

Cinta bikin ketagihan
Mungkin inilah yang menjelaskan pengantin baru atau pasangan yang baru jadian lengket seperti perangko. Salah satu efek samping cinta adalah ketagihan! Menurut Helen Fisher Ph.D, seorang antropolog dari Rutgers University, jatuh cinta mengaktifkan pusat 'kenikmatan' di otak sehingga meningkatkan hormon dopamine yang membuat orang merasa senang. Aktifnya hormon tersebut bisa menimbulkan perasaan 'ketagihan' pada seseorang.Salah satu makanan yang dapat merangsang hormon dopamine adalah cokelat. Karena itu jarang orang bisa berhenti makan cokelat pada gigitan pertama. Selain merasa bahagia, dopamine juga bisa menyegarkan mood, menambah stamina, dan meningkatkan kemampuan berkonsentrasi (pada sang kekasih).
Rahasia hidung wanita
Para pria, jangan main-main dengan hidung wanita! Dengan hanya mencium baunya, diam-diam wanita dapat mengetahui pria mana yang bisa memberi keturunan terbaik untuknya.

"Wanita dapat mengetahui pasangan genetik yang baik untuk memiliki anak hanya lewat baunya saja," demikian pernyataan James Kohl, ilmuwan yang turut mengarang buku 'The Scent of Eros: Mysteries of Odor in Human Sexuality'.

Bersama beberapa ilmuwan lainnya, Kohl menemukan, wanita secara insting akan tertarik pada bau pria yang berbeda secara genetik dengannya. Yang akan membuat wanita tertarik pada pria adalah zat pheromones. Zat ini bisa dideteksi secara tidak sadar oleh penciuman wanita.

Cinta Bikin Kaya Raya
Ungkapan jatuh cinta berjuta rasanya sepertinya bukan hal yang salah. Selain cinta, uang memang bisa membuat seseorang bahagia. Tapi sesuatu yang bisa membuat orang tersenyum dengan sangat bahagia adalah pernikahan yang kuat. Menurut penelitian yang digarap oleh Darmouth, kepuasan memiliki pernikahan yang bahagia sama dengan kepuasan memiliki tambahan penghasilan sebesar Rp 100 juta. Wow!Eits tunggu dulu. Efek cinta nggak hanya itu aja. Di artikel bagian kedua, efek lebih diungkap tuntas. Nggak hanya cinta pada pasangan, tapi juga pada keluarga bahkan hewan peliharaan. Temukan juga kalau berhubungan seks bisa membuat anda lebih awet muda. Jangan ketinggalan

Bercinta Membuat Awet Muda

Orang yang melakukan hubungan seks 4-5 kali seminggu terlihat 10 tahun lebih muda ketimbang mereka yang bercinta dua kali dalam seminggu. Demikian hasil penelitian yang dilakukan Rumah Sakit Royal Edinburgh, Skotlandia selama kurun waktu 10 tahun terhadap 3.500 orang. Menurut beberapa ahli ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya hal tersebut. Ketika bercinta pria melepas hormon testosteron mereka. Pelepasan hormon tersebut membuat pria lebih mudah melakukan pembesaran otot-otot tubuh. Sedangkan pada wanita, hormon estrogen lah yang berperan. Setelah bercinta, estrogen membuat rambut dan kulit lebih halus dan berkilau.

blog ini dibuat sebagai sarana untuk menyimpan tugas mata kuliah ISBD dengan dosen pengampu : Drs. Ana Maulana M.Pd

Minta Lulus UN, Dukun Cilik Ponari Laris
Abdul Lathif | Benny N Joewono | Minggu, 24 April 2011 | 20:39 WIB
Dibaca: 12008
|
Share:
JOMBANG, KOMPAS.com — Menjelang ujian nasional tingkat sekolah menengah pertama, sebagian siswa pergi ke dukun Cilik Ponari (12) di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
"Sejak hari Rabu (20/4/2011), banyak anak SMP yang datang ke sini membawa alat tulis dan penghapus yang minta kepada anak saya Ponari agar lancar dan lulus ujian," kata Mukaromah (30), ibu Ponari, sang dukun cilik, kepada Kompas, Minggu (24/4/2011), di Jombang.
Dikatakan, alat tulis dan penghapus yang dibawa oleh siswa tersebut oleh Ponari dimasukkan ke dalam ember berisi air dan batu (aji-aji milik Ponari) dengan harapan lulus ujian nasional. "Mereka datang ada yang didampingi orangtuanya, tetapi ada yang datang bersama teman-temannya," katanya.
Mukaromah mengatakan, sebagaimana tahun ini, tahun lalu pun banyak anak sekolah yang mau ujian nasional datang meminta bantuan Ponari agar lulus ujian nasional. "Ada juga dari mereka yang datang dan berterima kasih karena lulus ujian nasional. Namun, ada juga yang tidak datang lagi," katanya.
Kamsin (35), ayah Ponari, mengatakan, apa yang dilakukan oleh anak tersebut hanyalah perantara dan semuanya karena Allah. Karena itu, pihak keluarga tidak mematok berapa mereka harus membayar.
"Seikhlasnya berapa pun mereka ngasih karena anak saya hanya membantu apa yang diminta. Seperti anak-anak sekolah yang datang ke sini minta celupane Ponari, ya berapa saja kami terima," katanya.
Ponari yang sejak kesohor dengan batu aji-ajinya, tahun 2009, kini memiliki nama Muhammad Ponari Rachmatullah. Penambahan nama Rachmatullah tersebut, kata Kamsin, bukan karena keinginan keluarga, melainkan seorang kiai dari Surabaya.
"Nama aslinya Muhammad Ponari. Lalu oleh Kiai Aat dari Surabaya ditambahi Rachmatullah," katanya.
Setidaknya kekondangan dukun cilik Ponari ini telah membuat kehidupan keluarganya berubah, termasuk rumah tinggalnya yang dahulu berdinding bambu tetapi sejak tahun 2010 sudah berubah menjadi bangunan rumah besar berdinding tembok.
"Alhamdulillah, berkah yang kami rasakan dari Allah. Sekarang kami tidak lagi menjadi buruh tani karena uang rezeki dari orang-orang yang minta kesembuhan dari Ponari, saya belikan tanah tegalan, tanah sawah, dan membangun rumah," katanya.
Sri Asih Rahayu (41), bulek Ponari, secara terpisah mengatakan, anak-anak sekolah yang datang dan meminta agar lulus ujian nasional semuanya dari wilayah Jombang. "Tidak ada yang dari luar Jombang, kecuali tamu yang minta kesembuhan," katanya.
Ponari, dukun cilik yang kini duduk di bangku kelas V SDN I Balongsari, ketika ditemui enggan berbicara, hanya mengangguk-anggukkan kepala saat Kompas menanyakan seputar tamu-tamu anak sekolah yang minta agar lancar dan lulus ujian nasional.
"Masih seperti dulu tidak banyak bicara, kecuali kepada orang-orang yang sudah dikenal dekat," kata Kamsin.